August
5, 2016
Setelah
mengetik tanggal hari ini, gw sempat terdiam beberapa detik dengan meletakkan
sepuluh jari di atas keyboard laptop dan berusaha berpikir apa yang mau gw
tulis hari ini. Pada dasarnya gw suka menulis, jaman SMP sampai kuliah dulu gw
suka membaca baik itu komik atau novel. Bahkan gw punya temen SMP yang suka
membuat cerita pendek dan dia ketik lalu dicetak di kertas HVS. Karena dulu gw
ga punya computer, maka gw memcoba menulis dengan tangan di sebuah buku kosong
yang bias agw pakai untuk coret-coretan. Itu adalah cerita pendek pertama gw
dan belum pernah menulis lagi setelah itu. Menulis sih ya tetap tapi hanya
bikin diary aja, menceritakan kejadian yang gw alami ketika di masa sekolah
sampai gw kuliah. Cerita pendek yang gw bikin itu pure fiktif tapi tentang
cinta. Lucunya saat itu gw belum mengenal betul artinya cinta tapi dengan pede
gw menulis cerita cinta. Gw lupa judulnya apa tapi isinya menceritakan seorang
perempuan yang jatuh cinta sama lelaki yang sangat super duper judes sama
perempuan. Usut punya usut ternyata itu kejudesan lelaki itu terjadi karena
kesakithatian dia kepada seorang perempuan yang pernah dia cintai. Hahahaha..
sangat lucu kalau diingat kembali karena mengingat saat itu gw masih sangat
cupu. Mungkin itu waktu gw kelas 2 atau 3 SMP. Ya, saat itu gw belom begitu
paham cinta tapi gw sudah mengerti yang namanya naksir sama lawan jenis. In fact,
my first love was happened at this age! Tapi setelah gw mulai dewasa, gw tau
first love doesn’t mean your first relationship with your love. Menurut gw
definisi first love itu ketika lo mulai merasakan suka yang sangat dalam dan
seolah rela melakukan apa saja demi dia. Contoh ketika gw suka sama first love
gw dulu, sebut saja namanya H. Kita sekelas waktu kelas 2 dan kita pernah duduk
berdekatan tetapi karena setiap minggu tempat duduk dirolling jadi kita pun
duduk berjauhan. Tapi walau duduk kita berjauhan, setiap H mau pinjem pulpen
atau pun catatan pelajaran selalu sama gw. Sehingga gw sampe rela pergi ke
warung dekat rumah membeli pulpen baru hanya untuk dipinjamkan ke H. Hahahah..
kinda silly act isn’t it? But that’s what I called love. Namun cinta gw
bertepuk sebelah tangan, karena sepertinya dia menyadari kalau gw suka sama
dia. Saat sudah di kelas 3, H ga sekelas lagi sama gw dan dia mulai menjaga
jaraknya sama gw. Sedih memang tapi karena gw sadar gw perempuan, dimana
perempuan pada umumnya bukan yang bertindak duluan, gw hanya bisa menyimpan
rasa cinta itu di dalam hati tanpa sempat mengungkapkannya kepada H sampai kita
sudah lulus dari SMP. Well, let’s say that was my very first love and also my
very first broken heart J
Uhmmm..
I think that’s it for today. I just want to check myself, am I doing good or
not with this writing stuff. Because I clearly need something to do so I don’t
have to think about my misery problems J lets call it distraction from
my sadness and sorrowness J please forgive my bad English.